CIRI-CIRI PEMIMPIN DALAM ISLAM (bag. 2)

CIRI-CIRI PEMIMPIN DALAM ISLAM (bag. 2)

Sekarang kita tahu bahwa pemimpin itu adalah pribadi-pribadi unggul yang memiliki dua karakter asasi yaitu  al’ilm dan al quwwat. Maka saatnya kita membedah dua karakter tersebut.

  1. 1.      AL ‘ILM

Yang dimaksud dengan al-‘ilm (ilmu dan hikmah) tidaklah hanya terbatas pada al-tsaqafah (wawasan). Wawasan hanyalah sarana menuju ilmu. Ilmu pada dasarnya adalah rasa takut kepada Allah. Karena itulah Allah berfirman,”Yang takut kepada Allah diantara para hamba-Nya hanyalah para ulama” (QS. Faathir: 28). Ibnu Mas’ud pun mengatakan,”Bukanlah ilmu itu dengan banyaknya riwayat, akan tetapi ilmu adalah rasa takut kepada Allah”.

Namun bagaimana rasa takut itu bisa muncul ?  Tentu saja rasa itu muncul  sesudah mengenal-Nya, mengenal keperkasaan-Nya, mengenal kepedihan siksa-Nya. Jadi ilmu itu tidak lain adalah ma’rifat kepada Allah. Dengan mengenal Allah, akan muncul integritas pribadi (al-‘adalat wa al-amanat) pada diri seseorang, yang biasa pula diistilahkan sebagai taqwa.

Jadi jelaslah, bahwa pemimpin organisasi da’wah adalah pribadi unggul yang “pembelajar”. Dalam bahasa Al Qur’an “ …kuunuu Robbaniyyiin bima kuntum tu’allimuunal kitaaba wabimaa kuntum tadrusuun (3:79)”. Pemahaman dan penguasaan aqidah, fikrah dan manhaj da’wah menjadi kewajiban dari karakter ini. Aspek manejemen dan kepemimpinan merupakan tuntutan tak terelakkan. Selebihnya ikhwah fillah kita bahas lebih dalam dalam karakter kedua yaitu al quwwat.

  1. 2.      AL QUWWAT

Mihwar muassasi yang merupakan tangga menuju mihwar dauli, menuntut aktifis da’wah terutama para pemimpinnya untuk lebih serius melakukan “wa’aidduu lahum  mas tatha’tum min Quwwat”, guna meningkatkan kualitasnya menjadi rijalud(qiyadah) da’wah, rijalul(qiyadah) ummah wa rijalud(qiyadah) daulah.

Nah menurut saya, ada 5 komponen dominan Al Quwwat  yang saya sebut “Asasul khamsah/ the big five”yang bisa mengantarkan  pemimpin organisasi da’wah menjadi GREAT LEADER (qiyadatud da’wah-qiyadatul ummah- qiyadatud daulah).  5 komponen dominan tersebut adalah :

2.a. Visioner

Ciri utama pemimpin visioner adalah keteguhannya dalam memegang prinsip (nilai-nilai imani) menjadikannya mampu melihat dengan tajam “big picture”, mampu memvisualisasikannya pada diri dan seluruh pengikutnya. Contoh spektakuler adalah keputusan Rasul untuk menerima perjanjian Hudaibiyah, Abu Bakar mengumpulkan Al Qur’an, dll. Sedangkan terhadap hal yang murunah (flexible secara syar’i) pemimpin visioner  sangat “openness to experience”

CARA BERPIKIR TERBUKA, CENDERUNG…

  1. Imaginatif dan kreatif
  2. Lebih menyukai hal-hal baru (novelty) dan keragaman (variety)
  3. Banyak pilihan dan minat
  4. Mengutamakan hal-hal baru yang original
  5. Sangat menghargai emosi
  6. Cenderung fleksibel

CARA BERPIKIR “MUSEUM”, CENDERUNG…

  1. Fokus pada “sekarang” dan “disini”, hal yang kasat mata
  2. Lebih menyukai hal-hal yang rutin dan mekanistik
  3. Sedikit pilihan dan minat
  4. Menyukai hal-hal konvensional
  5. Tidak anggap penting emosi
  6. Cenderung dogmatik

2.b.  Pemberani/ Enthusiasm/keterbukaan hati dan telinga (Courageness)

Pemimpin da’wah bekerja selalu dengan hati, terus melakukan terobosan-terobosan baru (inisiatif), dan berani mengambil resiko (risk taker). Contoh praktis pada fase sekarang adalah ; pengembangan organisasi, revitalisasi fungsi lembaga secara serius dan berkelanjutan serta dipastikan benar-benar sampai bawah berjalan semua prosesnya, penerapan ‘semacam penyaringan’ untuk calon-calon pemimpin baru. Demikian pula untuk yang ‘sudah terlanjur’ jadi pemimpin namun belum memenuhi kualifikasi diwajibkan untuk mengikuti pelatihan dengan sangat serius dan dipantau perkembangannya. Ciri lain bisa kita lihat pada bagan dibawah ini;

KETERBUKAAN HATI TINGGI, CENDERUNG…

    • terpola, metodologis
    • terorganisir, tertata ( secara bertahap)
    • menghargai waktu, tepat
    • dapat diandalkan
    • disiplin tinggi
    • ada dorongan/ motivasi kuat
    • persistensi
    • bergerak otomatis (self motivated)

KETERBUKAAN HATI RENDAH, CENDERUNG…

  1. spontan, random
  2. tak terorganisir, kacau
  3. terlambat , tidak tepat waktu
  4. kurang bertanggung jawab
  5. semaunya
  6. tidak berambisi
  7. menunda-nunda, mengabaikan tugas
  8. harus didorong-dorong

2.c. Ats- Tsiqah/ Extrovertness (Keterbukaan terhadap orang Lain)

Karakter ini sangat penting, sebagaimana disebutkan oleh Allah SWT. Dalam al Qur’an  : “… aziizun ‘alaihi maa ‘anittum  hariitsun ‘alaikum bil mu’miniina rouufur rohiim.” (QS. 9:128). Qiyadah da’wah  memiliki pengaruh yang kuat, disebabkan karena kepeduliannya pada a’dho dan semua orang. Ia cukup peka terhadap setiap kesulitan a’dho’nya dan berempati pada mereka. Ia bekerja dengan hati dan penuh percaya diri.

Pemimpin yang berkarakter seperti ini akan selalu membangun paradigma KESALINGTERGANTUNGAN, yaitu; -. Dalam prinsip kepemimpinan antar pribadi – BERPIKIR MENANG/MENANG

-. Dalam prinsip komunikasi empatiknya – BERUSAHA MAU MENGERTI DULU BARU DIMENGERTI

-. Dalam prinsip kerjasama kreatifnya – WUJUDKAN SINERG

KETERBUKAAN TINGGI, CENDERUNG…

    • senang berkawan, bekerja dalam tim
    • senang mendatangi
    • lugas
    • mengukir ‘kesenangan’
    • tertantang dengan emosi positif
    • berenergi, bergairah
    • aktif dalasenang berkawan, bekerja dalam tim
    • senang mendatangi
    • lugas
    • mengukir ‘kesenangan’m pembicaraan
    • percaya orang lain
    • percaya diri, penuh keberanian

KETERBUKAAN RENDAH, CENDERUNG…

    • senang menyendiri
    • enggan mendatangi orang
    • menjadi sangat pribadi
    • bukan pengukir’kesenangan’
    • datar, kurang “menggigit”
    • ritme “santai”
    • pasif, diam
    • curiga pada orang lain
    • takut berlebihan

2.d. Al Wafa’/ Keterbukaan Terhadap kesepakatan (Agreeableness)

Pembaharuan, pertumbuhan dan perkembangan membutuhkan sekian banyak kesepakatan-kesepakatan, keputusan-keputusan. Disinilah tanggung jawab pemimpin dipertaruhkan “… wakullukum mas’uulun ‘an Ra’iyyatihi…”. Pemimpin bertanggung jawab besar untuk mengawal dan memastikan diri  berkomitmen tinggi  untuk merealisasikannya, demikian pula  pemimpin-pemimpin dibawahnya (kabid, kadep, kadiv, kabag, kabiro,  dll.).

KETERBUKAAN TINGGI, CENDERUNG…

  1. komitmen dengan kesepakatan-kesepakatan
  2. mempercayai
  3. mau melimpahkan wewenang
  4. kooperatif
  5. suka memberi, bersahabat
  6. mau menerima
  7. siap berkorban
KETERBUKAAN RENDAH, CENDERUNG…

    1. mengabaikan kesepakatan
    2. skeptis ( ragu-ragu)
    3. arogan
    4. enggan bekerja sama
    5. menolak/ kasar
    6. agresif
    7. menghindar/ enggan berkorban

2.e. Istiqamah/ Kegigihan terhadap tekanan-tekanan

Salah satu unsur terpenting dalam organisasi da’wah adalah Istimrariyatut Tarbiyyah. Tarbiyah ini bagaikan ibu bagi organisasi da’wah  yang akan melahirkan futuhat di bidang-bidang  yang lainnya. Tarbiyahlah yang melahirkan futuhat di bidang siyasi ( legislatif ataupun eksekutif, di berbagai tingkatannya), futuhat di bidang sosial, dll. Karakter pemimpin yang paling dibutuhkan   untuk menjaga istimrariyatut tarbiyah ini adalah Istiqamah/ Kegigihan terhadap berbagai tekanan, misalnya dominasi/tekanan politik, dominasi/ tekanan ekonomi, social, dll. Ciri-ciri pemimpin yang berkarakter seperti ini adalah;

KEGIGIHAN TINGGI

  1. kalem, kenyal
  2. tidak takut
  3. tidak emosional
  4. terkendali
  5. resisten terhadap godaan
  6. tidak mudah cemas
KEGIGIHAN RENDAH

  • mudah bersedih
  • pencemas, gelisah
  • mudah marah, tak terkendali
  • ekspresif
  • mudah tergoda(impulsif)
  • sering nerveous

Dengan karakter ini, dalam fase apapun, mihwar apapun, di bawah tekanan dan acaman seperti apapun niscaya pemimpin organisasi da’wah tetap mampu mengawal ummat dengan da’wah sampai pada tujuan asasinya dengan tetap pada relnya yaitu mardhatillah/ ridha Allah swt( lillah-ma’alloh-ilalloh).