Belajar….bisa dari manapun dan siapapun

fhmi juara

Sahabat sekalian, melihat piagam diatas  mengingatkan saya kepada anak saya ke-4  Fahmi Hawari Robbani yang sekarang sedang belajar di pesantren Manarul Qur’an  Paciran, Lamongan Jawa timur.

Salah satu yang sangat saya syukuri, dari Fahmi lah saya banyak belajar.  Saat Fahmi menerima piagam ini tepatnya pada saat wisuda lulus  SD, dia telah berhasil hafal Al Qur’an sebanyak 5 juz 4 juz tersertifikasi oleh hafidz internasional, pada saat yang sama hafalan saya belum nambah dari dulu masih 3 juz.  Belajar dari Fahmi ( atau mungkin karena rasa malu)  sejak saat itu semangat saya untuk menghafal kembali menyala.

Sekarang saat Fahmi kelas 1 smp alhamdulillah sudah hafal 9 juz lebih dan hampir 10 juz, walau tak sebanyak dan secepat Fahmi alhamdulillah dalam setahun ini hafalan sayapun bertambah 1 juz. Alhamdulillah….

fahmi juara1

Sahabat sekalian dalam hal ini saya kembali  ingat peristiwa saat perang khandaq (perang Ahzab) dimana Rasulullah belajar dan mengambil hikmah dari  bangsa Persi sesuai usul Salman Al farisi untuk membuat parit. Demikian juga banyak kita dapati pada kesempatan lain Rasulullah saw sering belajar dan mengambil hikmah dari shahabat-shahabatnya,  dari bangsa lain, dari umat terdahulu, dari musuh bahkan pernah juga dari syetan (iblis).

Belajar dan beruswah dari Rasulullah saw dalam menjalani hidup yang terasa  makin kompleks ini, marilah kita senantiasa Belajar dari manapun dan dari siapapun. Sudah tentu semua pelajaran yang kita dapat nantinya harus kita timbang dengan tolok ukur yang kita yakini kebenarannya yaitu Kitab suci (Al Qur’an) dan tuntunan nabi (Al Hadits).

Sikap demikian sangatlah sesuai  dengan sabda Rasulullah saw : “Hikmah itu harta mukmin yg hilang, dimanapun ditemukan dialah yg lebih berhak atasnya” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Sekian dulu sahabat, semoga kita senantiasa menjadi “Pembelajar”

Salam Spirit