BELAJAR DARI KELUARGA ‘KEKASIH ALLAH’

Membicarakan masalah keluarga, saya percaya dengan falsafah yang berbunyi  ”Tidaklah seseorang bisa sukses kecuali berjalan melewati jalan yang pernah dilalui oleh orang-orang sukses terdahulu”, hal ini menjadikan saya teringat dengan ‘sosok istimewa’, manusia agung yang karena keshalihan dan ketaatannya kepada Allah, sampai berhasil  meraih posisi “Khalilullah/ Kekasih Allah”. Bukan itu saja,  Beliau juga manusia paling cerdas, karena pada saat mengalami kondisi dilematis tetap mampu menentukan sikap yang benar dan tepat sesuai dengan prioritas. Puncaknya Beliau dinobatkan oleh Allah swt. sebagai “USWATUN HASANAH/ TELADAN TERBAIK” bagi manusia dalam segala hal, termasuk dalam masalah membina Keluarga.

Sosok istimewa tersebut adalah Nabi Ibrahim as. Sebagaimana ditegaskan Allah dalam QS. Al Mumtahanah: 4 : “Sesungguhnya telah ada SURI TAULADAN TERBAIK bagimu pada IBRAHIM dan orang-orang yang bersama dengan dia…..” .

Keberhasilan Nabi Ibrahim dalam meraih posisi mulia di sisi Manusia dan disisi Allah tersebut, tidak terlepas dari keberadaan dan peran Keluarga Beliau. Karenanya pada tulisan sederhana ini saya coba untuk mengungkap inspirasi dan pelajaran penting dari Keluarga Nabi Ibrahim as.

Pertama, Keluarga Nabi Ibrahim dibangun diatas pondasi keimanan.

Dalam QS. 21: 51. “Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelumnya…”.

Inilah pondasi paling kuat agar terwujudnya keluarga yang ‘barokah’ penuh dengan kondisi ‘sakinah mawaddah warahmah’.  Nilai-nilai keimanan selalu menginspirasi setiap gerak langkah anggota keluarga. Kecintaan suami kepada isteri, isteri kepada suami, orang tua kepada anak benar-benar didasarkan atas kecintaan mereka kepada Allah swt. Sehingga bila terjadi problem atau mengalami musibah semua anggota keluarga tahu cara mengatasinya yaitu dengan kesabaran dan langkah-langkah solusi dari panduan dan aturan Allah swt.

Akhirnya dengan keimanan kepada Allah yang kuat terbangunlah keluarga Ibrahim  menjadi ‘Keluarga Teladan’, sekaligus  menjadi basis dalam menjalankan ketaatan kepada Allah  dan kelak menjadi basis terbangunnya ‘Peradaban Manusia’ yang Agung yang disempurnakan oleh Rasulullah saw. serta menjadi panduan bagi keluarga kita hingga akhir zaman.

Kedua, Terbangunnya Komunikasi Dialogis antar Anggota Keluarga Nabi Ibrahim.

Kesungguhan, kesabaran dan kemampuan Nabi Ibrahim dalam berkomunikasi dialogis dengan anggota keluarganya nyata terlihat dalam QS Ash Shaffat:102:

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Dengan pondasi kedua berupa terwujudnya komunikasi dialogis antar anggota keluarga sangat memungkinkan tumbuhnya rasa cinta dan  kasih sayang di dalamnya. Keluarga menjadi tumpuan rasa rindu, enjoy dan nyaman  terasa di dalamnya, tempat menyemai bibit-bibit unggul, memekarkan potensi-potensi, dan kelak melahirkan pribadi-pribadi istimewa yang kontributif bagi peradaban manusia sebagaimana Nabi Ismail as.

Mulai sekarang hiasilah keluarga kita dengan ‘komunikasi dialogis’, agar kelak semua anggota keluarga kita menjadi sosok istimewa yang benar-benar kontributif bagi kemanusiaan.

Ketiga, Terbangunnya budaya Kerja Tuntas dalam menyempurnakan Tugas di Keluarga Ibrahim

Budaya kerja tuntas keluarga Nabi Ibrahim terbaca jelas dalam QS.AlBaqarah: 124.

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya (dengan sempurna). Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia…….”.

Kita paham bahwa tidaklah mungkin cita-cita yang besar akan tercapai tanpa adanya upaya dan kerja keras untuk mewujudkannya. Nabi Ibrahim telah menginspirasi kita bahwa kesuksesan Beliau dan keluarga  bisa tercapai karena kesungguhannya dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah, bukan asal-asalan namun dengan sempurna. Ya itulah PR keluarga kita saat ini, yaitu perlunya upaya sungguh-sungguh untuk melaksanakan tugasnya dengan sempurna sehingga menjadi budaya keluarga. Dari keluarga yang punya budaya kerja tuntas tersebut, kita berharap menginspirasi keluarga-keluarga lainnya hingga bisa menjadi budaya masyarakat dan bangsa.

Terakhir, Kesuksesan Keluarga Nabi Ibrahim tidak terlepas dari DOA

Serangkaian sukses yang diperoleh nabi Ibrahim dan keluarga adalah anugerah Allah   atas doa-doa yang selalu dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim, antara lain :

Doa Nabi Ibrahim as. agar dirinya terhindar dari kemusyrikan, dalam QS Ibrahim:35.

Doa Nabi Ibrahim as ingin memperoleh ilmu dan hikmah, agar termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang shalih, menjadi buah tutur kata yang baik bagi generasi kemudian, dan puncaknya adalah meminta dimasukkan ke dalam surga hingga tidak terhina dalam kehidupan di akhirat nanti, dalam QS. Asy-Syu’ara’: 83– 87.

 

Doa Nabi Ibrahim as. agar amalnya diterima Allah swt, termasuk orang yang tunduk dan taubatnya diterima oleh Allah  sebagaimana dalam QS. Al-Baqarah :127–129.

 

Doa Nabi Ibrahim agar anak-anaknya menjadi anak shalih, taat kepada Allah swt dan orang tuanya dengan karakter akhlak yang mulia,dalam QS. Ash Shaffat:100-101

Doa agar sang anak selalu mendirikan shalat, hati orang pun suka kepadanya dan pandai bersyukur, termaktub dalam QS. Ibrahim:37

 

Sebagai penutup, Keluarga Indonesia….kini saatnya kita berbenah dengan belajar dari kesuksesan keluarga Nabi Ibrahim, jadikan Keimanan sebagai pondasi, wujudkan komunikasi dialogis antar anggota keluarga, ciptakan budaya kerja tuntas, dan penuhi seluruh relung keluarga kita dengan DOA. Semoga Allah selalu menolong kita untuk mewujudkan keluarga yang barokah, bahagia dan sejahtera penuh sakinah mawaddah warahmah. Aamiin…

 

Salam spirit,

Muhammad Zubairi

(Motivator Spiritual Termuda di Indonesia)

untuk bisa ngobrol dengan saya, silakan Follow me :

@m_zubairi                       on Twitter

Muhammad Zubairi        on FB, &  kunjungi atau tetap setia :

www.zubairitrainer.com

 

*) Pernah dimuat di buletin FE Unisma