Saat mencintai atau membenci, dimanakah hati berada?

HeartWaterDrop7E0.jpg-1420229677Sahabat sekalian yang baik hatinya, tulisan saya ini terinspirasi dari kiriman sahabat baik saya yang sangat menyentuh hati. Saya tuturkan di sini dengan sedikit modifikasi tanpa bermaksud merubah makna, semoga begitu pula (bisa menyentuh hati dan bermanfaat) untuk Anda semua.

MENGAPA KITA BERTERIAK SAAT MARAH
Seorang guru pergi ke suatu tempat bersama dengan murid-muridnya. Ia melihat ada keluarga (suami-isteri) yang sedang bertengkar, saling berteriak satu dengan yang lainnya.

Ia berpaling ke murid-muridnya dan bertanya: “Kenapa orang suka saling berteriak kalau sedang marah?”
Salah satu muridnya menjawab: “Karena kehilangan kesabaran, seseorang berteriak.”
“Tetapi, kenapa harus berteriak pada orang yang ada di sebelahmu? Kan, pesannya bisa juga sampai dengan cara halus?” tanya sang guru.
Murid-murid saling adu jawaban namun tidak ada satupun jawaban yang mereka sepakati.

Akhirnya sang guru bertutur: “Bila dua orang bermarahan, hati mereka saling menjauh. Untuk dapat menempuh jarak yang jauh itu, mereka harus berteriak agar terdengar. Semakin marah, semakin keras teriakan karena jarak kedua hati tersebut semakin jauh.” 
Sang guru melanjutkan wejangannya dengan kembali bertanya kepada murid-muridnya “Sebaliknya apa yang terjadi saat dua insan jatuh cinta?”. 
“Mereka tidak berteriak pada satu sama lain. Mereka berbicara lembut karena hati mereka berdekatan. Jarak antara kedua hati tersebut tidak ada atau sangat dekat.”

Setelah diam sejenak, ia meneruskan. “Bila mereka semakin menggebu lagi untuk saling mencintai, apa yang terjadi? Mereka tidak lagi bicara. Hanya berbisikan dan saling mendekat dalam kasih-sayang. Akhirnya, mereka bahkan tidak perlu lagi berbisikan. Mereka cukup saling memandang. Itu saja. Sedekat itulah dua insan yang saling mencintai dan saling mengasihi.”

Sang guru memandangi murid-muridnya dan mengingatkan dengan lembut: “Jika terjadi pertengkaran, jangan biarkan hati menjauh. Jangan ucapkan perkataan yang membuat hati kian menjauh. Karena jika kita biarkan, suatu hari jaraknya tidak lagi bisa ditempuh”. “Karena memang, saat saling membenci hati pasti menjauh sedangkan  saat saling mencintai hati pun saling mendekat.” 

We-Love-AllahItulah nasehat indah tentang pentingnya hati yang lembut untuk saling mencintai dan mengasihi, bahkan bisa menjadi obat mujarab untuk mengobati kemarahan dan penyakit hati lainnya. Semoga kita bisa menerapkannya dan termasuk bagian dari orang-orang yang disebut nabi saw. : “Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur atau bintang barat yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, “siapa mereka itu?”, “mereka itu adalah orang-orang yang mencintai karena Allah ‘Azza wajalla.” (HR. Ahmad)

Salam Spirit,

Muhammad Zubairi

(Motivator Spiritual Termuda di Indonesia)

Ingin ngobrol/ mendapatkan layanan training dan coaching dari kami | Hubungi via :
Telp /sms / wa : 081331106116
Twitter : @m_zubairi
Facebook : Muhammad Zubairi

Instagram : @m_zubairi_trainer
Web : zubairitrainer.com