Saat Mendapat Pujian, gimana menyikapinya?

maxresdefaultSahabatku yang baik hati, agak lama saya tidak posting tulisan di sini…. maafkan ya. Nah alhamdulillah sekarang berkesempatan untuk menyapa sahabat dengan tulisan sederhana ini semoga bermanfaat.

Dalam pergaulan dengan sesama, tentu seseorang pernah mendapat pujian. Pertanyaannya adalah bagaimana menyikapi pujian ? Mungkin sebagian besar orang merasa begitu senang dan bangga saat mendapatkan pujian. Wajarkah? Untuk menjawabnya saya suguhkan kalimat indah Ibnu Atha’illah dalam kitabnya Al Hikam :

المؤمن اذا مدح استحيا من الله تعالى ان يثنى عليه بوصف لايشهده من نفسه

“Jikalau seorang mukmin dipuji dengan sifat yg tdk pantas disandangnya maka ia malu kepada Allah swt.”

Jikalau cahaya keimanan telah tertanam dalam hati seorang hamba, kemudian ia dipuji, maka ia sangat malu kepada Allah swt. yakni Dzat Yang paling layak dipuji. Dia lah yang menganugerahkan karunia besar, sehingga aib seseorang tertutup, dan kebaikannya tampak di mata manusia. Jikalau saja Dia menampakkan aib tersebut, walaupun hanya sebagian kecilnya, maka tidak akan ada orang yang mau memuji dan menyanjungnya.

Orang beriman menyadari bahwa kebaikan atau kehebatan dalam dirinya adalah karunia Allah swt. Semua kebaikan dan kehormatan seseorang hakekatnya berasal dariNYA, sehingga hanya DIA lah yang layak menerima pujian. So……saat mendapat pujian, seorang mukmin akan selalu mengucapkan  dengan penuh penghayatan kalimat : “Alhamdu lillahi Rabbil ‘alamin  : Segala puji bagi Allah swt. Tuhan semesta alam”.

 

Salam Spirit,

Muhammad Zubairi

(Motivator Spiritual  di Indonesia)

Ingin ngobrol/ mendapatkan layanan training dan coaching dari kami | Hubungi via :
Telp /sms / wa : 081331106116
Twitter : @m_zubairi
Facebook : Muhammad Zubairi

Instagram : @m_zubairi_trainer
Web : zubairitrainer.com