Haruskah kumenunggu?

image
Description

DSCF5438Besarnya pemberian (nikmat) Allah tidak  kita pungkiri adanya. Namun kesadaran kita  terhadapnya, bahwa itu adalah nikmat pemberianNYA  kadangkala menipis atau bahkan hilang saat nikmat  tersebut ada. Keberadaan nikmat itu justru seringkali menjadikan kita lupa, sampai suatu saat nikmat tersebut tiada atau dicabut barulah kita sadar bahwa nikmat Allah memanglah tiada tara.

Ooh… haruskah kita menunggu tiada atau dicabut untuk menyadari besarnya nikmat Allah?  haruskah kita menunggu tiada atau dicabut untuk menyadari bahwa  nikmat Allah tiada tara? haruskah kita menunggu tiada atau dicabut untuk bersyukut atas nikmat Allah?

Sikap lupa atau menunggu untuk bersyukur terhadap nikmat Allah seperti itu, haruslah kita evaluasi  sebagaimana sindiran Allah terhadap kita “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”. Tidak tanggung-tanggung Allah swt. mengingatkan kita dengan kalimat retoris tersebut sebanyak 31x dalam satu surat, yaitu surat Ar-Rahman.

So… mari kita tingkatkan rasa syukur atas besarnya nikmat Allah yang tiada tara tanpa perlu menunggu. Ingatlah selalu kalam Allah “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

 

Salam spirit,

Muhammad Zubairi

(Motivator Spiritual Termuda di Indonesia)

untuk bisa ngobrol dengan saya, silakan Follow me :

@m_zubairi                       on Twitter

Muhammad Zubairi        on FB, &  kunjungi atau tetap setia :

www.zubairitrainer.com